Secara singkat Blue Ocean Strategy bisa diartikan sebagai beda dari yang lain, unik atau memiliki nilai lebih (pendapat saya lho).
Coba perhatikan betapa banyak usaha yang sejenis begitu menjamur dan hampir tidak ada bedanya antara satu dengan yang lain. Contohnya pedagang gorengan.
Saat muncul begitu banyak pedagang gorengan, lama kelamaan yang timbul adalah persaingan harga, rebutan tempat jualan, dsb. Kondisi dimana banyak terdapat usaha yang sejenis dan tidak ada perbedaan yang unik ini disebut Red Ocean.
Mengapa disebut Red Ocean, karena masing-masing pedagang atau pengusaha akan bersaing ketat bahkan saling membunuh sehingga membuat “merah” peta persaingan.
Coba kita terapkan pola pikir Blue Ocean pada kasus pedagang gorengan tadi dengan membuat usaha gorengan ini jd unik. Misal
1. Gorengan khusus ketela plus bumbu crispy (seperti Tela Krezz)
2. Gorengan khusus tahu isi. Isi tahunya beraneka ragam seperti daging, bakso, ayam, dsb
3. Gorengan Jamur Crispy.
4. Ikan Balita Goreng di Bogor, dll
Intinya, usaha kita harus lain dari yang lain. Apabila kita bisa membuat usaha yang lain dari yang lain, dijamin deh walaupun letaknya di ujung jalan nan muacett…tapi pasti diburu orang !
Work smarter don’t work harder
salam,
Indra Harjanto.


January 3, 2009 at 12:01 pm
[...] aat bila usaha atau produk yang dibuat banyak memiliki pesaing. Ingat konsep blue ocean strategy ? [...]